Buy Now

Be Proud,.. be a josh(JOmblo Sampai Halal)


Jomblo? Kasian banget.  Beginilah pemikiran sebagian besar anak muda jaman sekarang. Mereka menganggap bahwa punya pacar akan bahagia dan jomblo akan menderita. Sebuah pemikiran yang sebenarnya sempit. Pengaruh media sangat berperan dalam menciptakan pemikiran seperti itu. Lihat saja tontonan televisi yang disuguhkan dari sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Sebagian besar isinya tentang sinetron cinta termasuk pacaran. Bahkan tak jarang ada sinetron yang mulai memperkenalkan cinta pada masa SD.  Beda sama jaman 90an yang lebih banyak menceritakan tentang kehidupan keluarga seperti keluarga cemara atau kuis-kuis tentang ilmu pengetahuan. Dari tontonan yang disuguhkan pada kita itulah yang akhirnya membentuk pola pikir bahwa mengikuti mode itu dikatakan modern dan tidak mengikuti berarti ketinggalan jaman.
Predikat Jomblo kemudian menjadi terasingkan. Menjadi kaum minoritas. Kaum yang paling sering mendapat ejekan. Predikat tak laku akhirnya hinggap pada mereka. Tapi benarkah nasib status jomblo sesadis itu? Nyatanya jika kita lihat, banyak juga orang jomblo yang enjoy dengan hidupnya. Dan sebenarnya bukan status jomblo lah yang membuat menderita, tapi diri sendiri dan pikiran kitalah yang membuat hidup kita serasa menyedihkan. Banyak hal yang bisa kita lakukan agar hidup kita jadi lebih bahagia dan berwarna, bukan sebatas karena punya pacar. Karena sejatinya, punay pacar atau tidak, bukan itu yang menentukan kualitas kebahagiaan hidup kita melainkan dari perasaan kita menjalani kehidupan.
Maka, jangan mempersempit arti jomblo, yang menganggap bahwa jomblo adalah sebutan buat orang yang tak laku. Tak selamanya jomblo seperti itu. Justru jomblo itu adalah sebuah pilihan (prinsip hidup). Tergantung bagaimana kita menyikapinya,karena itu perluaslah perspektif tentang jomblo. Jadikanlah jomblo itu sebuah pilihan hidup. Jadikan jomblo sebagai proses pembebasan dan pelepasan untuk mencari jati diri.
Lagipula, apakah pacaran bisa menjamin kebahagiaan 100%? Ternyata tidak juga. Jika memang pacaran bisa menjamin kelanggengan sebuah kebahagiaan, lalu kenapa banyak orang yang pacarannya bertahun-tahun bahkan berencana akan menikah justru kandas di tengah jalan? Ini menjadi bukti bahwa pacaran bukanlah sebuah jaminan mutlak sebuah kebahagiaan. Atau lihatlah kejadian sehari-hari, dimana banyak rang yang justru baru kenal pasangannya pada saat sesudah akad nikah, namun tetapi hubungan mereka langgeng bahkan sampai punya anak. Inilah yang disebut leh Om Mario Teguh sebagai kesesuaian jiwa.
Berarti kalimat "Tak Selamanya Jomblo itu Menyedihkan"  ada benarnya juga...Tau Kenapa? Karena tak selamanya pacaran itu indah, dan sepertinya malah banyak tidak enaknya. Kok bisa? mau bukti? Kalau memang pacaran itu (katanya) indah banget, buat hati berbunga-bunga kenapa banyak orang pacaran putus tengah jalan? kenapa banyak orang patah hati dan menangis karena pacarnya? Nah lho! Lebih menyedihkan kan? Terus ga enaknya lagi sang cowok biasanya langsung beralih profesi jadi tukang ojek buat antar jemput, jadi ATM berjalan (kalau dapat cewek matre). Walhasil, pacaran itu bikin kanker alias kantong kering. Padahal mungkin dia sendiri juga masih minta ke orang tua, apa nggak malu? Dan tentunya mengurangi waktu kita buat bergaul sama teman, karena tentu waktunya dihabiskan berdua saja (makanya sering timbul istilah cinta yang bilang dunia ini milik kita berdua, yang lain Cuma ngontrak) Itu semua rela kita berikan buat orang yang belum jelas jadi milik kita.
Belum lagi, soal hukum pacaran dalam agama ( islam ). Kajian ulama menyimpulkan bahwa memang pacaran sebelum menikah lebih banyak bahayanya. Karena berpotensi membawa kepada perzinahan. Nggak usah pakai data ilmiah deh, lihat saja fenomena sehari-hari. Banyak gadis-gadis hamil diluar nikah, merajalelanya praktek aborsi. Kalau di kampong-kampung, bgitu ada yang ketahuan “hamil duluan”langsung dinikahkan demi menghindari aib. Ini semua akibat dari budaya pacaran yang tidak terkontrol. Belum lagi fasilitas komunikasi yang sudah serba canggih, membuat hubungan pacaran serasa jadi lebih mudah.
Pertanyaannya kemudian, bisakah kita memaknai arti jomblo dengan sebenarnya? Lalu kemudian menjadikannya sebagai sebuah pilihan hidup? Tergantung dari kita sendiri. Tetapi, seperti kata orang bijak, jangan bermain api jika tidak ingin terbakar. Jangan bercinta jika tidak ingin menanggung resikonya. Jika memang tidak sanggup menanggung resiko dari pacaran, maka jomblo adalah sebuah pilihan terbaik. Karena percayalah, cinta sejati akan datang seiring berjalannya waktu. Dan cinta sejati hanya aka nada setelah adanya akad nikah. Itulah yang disebut jodoh. Maka, dari pada pusing cari pacar, lebih baik menata diri dan hati, menjemput rezeki yang sudah ditetapkan olehNya, yakni jodoh yang sudah dipersiapkan buat diri kita.

Koleksi Produk Lainnya :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. RZ Online Store - Design: Fariz Blogger